Pagi hari setelah malam Minggu yang super sibuk, gerobak pink "Kedai Es Teh & Camilan Pongky" terparkir tenang. Namun, sang pemilik kedai justru sedang bersiap-siap menghadapi medan pertempuran yang sesungguhnya: Pasar Subuh Desa Rangkat.
Demi mewujudkan ide kolaborasi kelas atas bersama Mommy Rangkat dan Ci Jingga, Pongky berniat meluncurkan menu baru yang jauh lebih unik, estetik, dan tentu saja tetap ramah di kantong dengan harga khasnya, yaitu Rp 3.000-an.
"Pong! Inget ya, kalau nawar bumbu dapur ke Wak Iyem itu harus pakai perasaan, jangan langsung nawar sadis, ntar kamu dilempar pakai timbangan!" teriak Emak Bawel dari teras rumah sambil mengacungkan ulekan batu andalannya sebagai peringatan.
"Siap, Emak Sayang! Pongky berangkat dulu, boing... boing... boing..." sahut Pongky riang sambil melompat lincah. Pagi itu,
Pongky tampil sangat modis dengan kain flanel merah muda pastelnya, lengkap dengan keranjang belanja anyaman rotan berwarna pink yang dikalungkan di ikatan pita kepalanya.
Kehebohan Si Pocong Pinky di Lapak Sayur
Kehadiran Pongky di pasar subuh langsung membuat suasana yang tadinya tegang karena harga cabai naik, mendadak penuh tawa.
Bagaimana tidak? Sesosok pocong merah muda dengan wangi strawberry boba melompat-lompat di antara beceknya lantai pasar sambil menenteng keranjang belanja.
Masalah pertama muncul saat Pongky tiba di lapak sayur Wak Iyem. Karena tangannya terikat kencang di dalam kain flanel, Pongky kesulitan untuk mengambil dan memilih bahan makanan sendiri.
"Wak Iyem yang cantik jelita... tolong ambilin ubi ungu yang itu dong, Wak. Iya, yang warnanya aesthetic kayak senja di Jakarta," pinta Pongky sambil menunjuk-nunjuk menggunakan ujung ikatan kepalanya yang digoyang-goyangkan ke depan dan ke belakang.
Wak Iyem terpingkal-pingkal melihat kelakuan Pongky.
"Aduh Pong, Pong! Lu mau belanja apa mau ngajakin gua main sundamanda? Sini gua masukin ke keranjang lu. Mau beli berapa kilo?"
"Masing-masing satu kilo aja, Wak. Sama tolong ambilin tepung ketan, bubuk cokelat premium, dan bunga telang yang di pojok itu ya," lanjut Pongky manja.
Saat sesi pembayaran, kelucuan makin menjadi-jadi. Pongky tidak bisa mengambil dompet dari balik kain kafannya.
"Wak, maaf banget nih... dompet Pongky ada di kantong dalam. Wak Iyem tolong rogoh kain flanel Pongky bagian kanan ya... Tapi jangan dicubit, Pongky geli banget, Wak!"
Sontak seluruh ibu-ibu di lapak sayur tertawa terpingkal-pingkal melihat Wak Iyem yang harus berjuang merogoh dompet pink dari dalam ikatan kain kafan Pongky.
Pengawalan Ketat Hansip Dorma
Kerumunan ibu-ibu yang gemas dan berebut ingin mencubit pita di kepala Pongky sempat membuat pasar menjadi macet total.
Beruntung, Hansip Dorma sedang berpatroli pagi itu. Dengan seragam hijaunya yang rapi dan tatapan tegas, Dorma langsung membunyikan peluit setinggi langit.
Prreeeeeettt!!
"Ibu-ibu! Tolong beri jalan untuk pelaku UMKM kita! Jangan digoda terus Pongky-nya, ntar dia pingsan repot kita gak bisa minum es teh jumbo nanti malam!" teriak Dorma sambil memasang badan, mengawal Pongky layaknya bodyguard mengamankan artis papan atas.
Mas Hans yang kebetulan sedang memantau harga sembako ikut membantu mengangkat keranjang belanja Pongky yang sudah penuh.
"Ayo Pong, cepat amankan bahan-bahannya. Mommy Rangkat dan Ci Jingga sudah menunggu di pos ronda untuk food testing!"
Menu Baru yang Estetik dan "Kiyowo"
Sore harinya, berkat perjuangan kocak di pasar subuh, Kedai Pongky resmi memperkenalkan dua menu baru yang sangat estetik untuk mendampingi menu andalan lamanya.
Es Bunga Telang "Magic Lavender": Minuman teh herba dari bunga telang segar hasil buruan di pasar yang dipadukan dengan perasan jeruk nipis alami.
Saat disajikan, warnanya akan berubah dari biru magis menjadi ungu lavender yang sangat cantik dan instagrammable.
Mochi Pocong Cokelat Lumer: Kue mochi kenyal dari tepung ketan dan ubi ungu yang dibentuk lonjong menyerupai pocong mini lengkap dengan ikatannya, lalu ditaburi bubuk cokelat premium. Begitu digigit, cokelat manis di dalamnya langsung meleleh lumer di mulut.
Kedua menu baru ini langsung dipajang di papan menu gerobak pink disandingkan dengan menu lama seperti Sempol Ayam Kain Kafan dan Sostel Horor tapi Manis.
Mommy Rangkat yang datang sore itu langsung berdecak kagum saat melihat Es Magic Lavender miliknya. "Oh my god, Pongky! Ini warnanya gorgeous banget! Sangat cocok untuk feeds Instagram Mommy!"
Di sebelahnya, Ci Jingga mengembuskan asap kreteknya dengan anggun sambil mengambil satu Mochi Pocong.
"Kenyalnya pas, manisnya aduhai... Kamu emang berbakat, Pong."
Melihat tanggapan positif dari para pelanggan elitnya, Pongky melompat gembira boing-boing di balik gerobak, siap menyambut malam Minggu berikutnya dengan omzet yang dipastikan makin melejit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar